• Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Mata Jagad
Advertisement
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Hukrim
  • TNI & POLRI
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Opini
  • Pendidikan
  • Sports
No Result
View All Result
  • Login
Mata Jagad
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Hukrim
  • TNI & POLRI
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Opini
  • Pendidikan
  • Sports
No Result
View All Result
Mata Jagad
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Hukrim
  • TNI & POLRI
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Opini
  • Pendidikan
  • Sports
Home Hukrim

Diduga Terorganisir, Aktivitas PETI, Dalam Satu Tempat Penampung Hasilkan Sedikitnya 0,5 Kg Emas per Hari, Libatkan Jaringan Kuat dan Oknum Aparat

Redaksi by Redaksi
Januari 15, 2026
in Hukrim
0
Diduga Terorganisir, Aktivitas PETI, Dalam Satu Tempat Penampung Hasilkan Sedikitnya 0,5 Kg Emas per Hari, Libatkan Jaringan Kuat dan Oknum Aparat
0
SHARES
24
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Provinsi Riau — Matajagad.com – 15 Januari 2026

Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Kecamatan Peranap hingga Pematang Rebah (Kota), Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Provinsi Riau, diduga berlangsung secara masif, terorganisir, dan telah berjalan cukup lama tanpa tersentuh penegakan hukum.

Informasi tersebut diperoleh dari sejumlah narasumber masyarakat setempat yang mengaku mengetahui secara rinci pola operasional PETI di wilayah tersebut. Awak media kemudian melakukan penelusuran lanjutan kepada berbagai pihak, dan memperoleh keterangan yang saling menguatkan satu sama lain. Seluruh narasumber meminta identitasnya dirahasiakan demi keselamatan diri dan keluarga, serta menyatakan siap memberikan keterangan lanjutan apabila dilakukan proses pengusutan resmi oleh aparat penegak hukum.

Pengumpulan keterangan ini berlangsung selama beberapa hari hingga Kamis, 14 Januari 2026, dan disampaikan kepada Athia, wartawan sekaligus Direktur Media IntelijenJenderal.com.

Tantangan Tokoh Masyarakat kepada Wakapolda Riau

Seorang tokoh masyarakat setempat secara terbuka menantang Wakapolda Riau yang baru menjabat, Brigjen Pol Hengky Hariyadi, perwira tinggi Polri alumnus Akpol 1996 yang dikenal memiliki rekam jejak panjang di bidang reserse.

“Silakan beliau tunjukkan keseriusannya untuk mengusut tuntas jaringan besar ini, mengingat selama ini kelompok tersebut tidak pernah tersentuh hukum,” ujar tokoh masyarakat tersebut, Kamis (15/01/2026).

Sebaran dan Skala Aktivitas PETI
Menurut keterangan narasumber, aktivitas PETI di wilayah Inhu diduga melibatkan sekitar 2.000 unit rakit, baik di darat maupun di sepanjang aliran Sungai Batang Peranap. Selain itu, disebutkan adanya satu lokasi penampungan sekaligus pembakaran emas di wilayah Punti Kayu, Kecamatan Batang Peranap.

Adapun wilayah yang diduga menjadi lokasi aktif PETI meliputi:

1. Desa Peladangan dan Desa Pesajian, Kecamatan Peranap
Sekitar 150 rakit PETI beroperasi di darat dan sungai.

2. Wilayah Pematang Peranap (Desa Pematang Silunak, Kampung Baru, dan Kompeh)
Diperkirakan sekitar 1.500 rakit, sebagian diduga dikuasai oleh seorang berinisial David, yang disebut mengendalikan ratusan rakit.

3. Sepanjang Sungai Batang Peranap hingga perbatasan Kecamatan Pucuk Rantau, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing)
Jumlah rakit tidak terdata secara pasti, namun dinilai beroperasi dalam jumlah besar.

4. Wilayah Pematang Rebah, Kecamatan Rengat
Aktivitas PETI disebut cukup banyak meski belum terdata secara rinci.

Dugaan Keterlibatan Oknum dan Pola Pengendalian
Salah seorang narasumber mengungkap dugaan keterlibatan dua oknum anggota kepolisian, yakni:

1. Jhones, anggota kepolisian yang sebelumnya bertugas di Polres Indragiri Hulu dan kini bertugas di Polsek Rengat Barat, diduga berperan penting dalam pengendalian PETI. Disebutkan sebelumnya memungut biaya sekitar Rp700.000 per rakit per bulan dari sekitar 2.000 rakit PETI melalui jaringan lapangan, dengan dalih untuk “berbagi ke berbagai pihak”.

2. Chandra, anggota Polsek Peranap, diduga berada dalam satu jaringan atau “satu payung” dengan Jhones.

Namun, menurut sumber, pola tersebut kini berubah. Aktivitas penampungan emas hasil PETI diduga dikuasai oleh Sardiana, yang disebut sebagai saudara kandung Jhones, bersama suaminya Buyung, yang juga disebut memiliki sejumlah rakit PETI. Para penambang diduga diwajibkan menjual emas hasil PETI kepada penampung tersebut, dengan ancaman penertiban atau pembakaran rakit apabila tidak mengikuti ketentuan.

Manipulasi Harga dan Perputaran Uang

Harga emas hasil PETI diduga ditekan hingga sekitar Rp200.000 per gram di bawah harga pasar. Saat harga pasar sekitar Rp2.300.000 per gram, emas disebut hanya dibeli seharga Rp1.900.000 per gram.

Dengan estimasi produksi sedikitnya 0,5 kilogram emas per hari, perputaran uang dari aktivitas PETI ini diperkirakan mencapai Rp1,3 miliar per hari, dengan dugaan keuntungan ratusan juta rupiah per hari dari selisih harga.

Distribusi Emas dan Dugaan Jaringan Lebih Luas

Emas hasil PETI tersebut diduga dikirim ke Pekanbaru sekitar satu kali dalam sepekan, biasanya pada hari Selasa atau Jumat, oleh seorang bernama David, warga asal Padang yang berdomisili di Pematang Peranap, kepada penadah berinisial Alpiau alias Piau.

Alpiau disebut-sebut sebagai “bos besar” yang diduga mengendalikan distribusi emas hasil PETI di wilayah Kuantan Singingi dan Indragiri Hulu. Bahkan, menurut pengakuan lapangan, terdapat dugaan koordinasi dan setoran kepada sejumlah pihak, termasuk dugaan keterlibatan oknum aparat di tingkat tertentu.

Keterangan Tambahan Tokoh Masyarakat

Tokoh masyarakat setempat juga menambahkan bahwa terdapat pembeli emas PETI lainnya berinisial Yusrianto, yang disebut sebagai pembeli besar di Kecamatan Peranap dan Batang Peranap, dengan domisili di Kelurahan Baturijal Hilir, tepat di sekitar belakang Mapolsek Peranap.

Selain itu, Buyung disebut tidak hanya terlibat dalam PETI, tetapi juga diduga menjual lahan yang masuk dalam lingkaran wilayah wilayah kecamatan Batang Peranap, tepatnya di Desa Pesajian, yang hingga kini belum tersentuh proses hukum.

Konfirmasi kepada Pihak Terkait

Athia selaku wartawan telah melakukan konfirmasi langsung kepada Jhones melalui sambungan WhatsApp pada Kamis (15/01/2026). Dalam konfirmasi tersebut, Jhones membantah seluruh dugaan keterlibatannya maupun keterlibatan anggota keluarganya dalam aktivitas PETI. Jhones juga menyatakan siap dilaporkan ke Propam Polri apabila terdapat bukti yang sah.

Seluruh pernyataan Jhones tersebut dicatat sebagai hak jawab dan akan dimuat secara berimbang dalam pemberitaan.

Penegasan Skala Produksi Emas

Perlu ditegaskan bahwa estimasi sedikitnya 0,5 kilogram emas per hari tersebut bukan merupakan akumulasi keseluruhan aktivitas PETI, melainkan hanya berasal dari satu tempat penampungan dan pembakaran emas yang berada desa punti kayu di wilayah Kecamatan Batang Peranap.

Dengan demikian, hasil emas dari penampung lainnya di wilayah Indragiri Hulu, serta hasil emas dari aktivitas PETI di Kabupaten Kuantan Singingi, belum termasuk dalam perhitungan tersebut. Hal ini mengindikasikan bahwa total produksi emas ilegal secara keseluruhan diduga jauh lebih besar dari angka yang disebutkan.

Desakan Pengusutan
Masyarakat dan para narasumber mendesak agar Mabes Polri, Propam Polri, dan Polda Riau melakukan penyelidikan menyeluruh, transparan, dan independen atas dugaan praktik PETI terorganisir ini, termasuk dugaan keterlibatan oknum aparat penegak hukum.

Hingga siaran pers ini diterbitkan, awak media masih berupaya melakukan konfirmasi lanjutan kepada pihak kepolisian dan instansi terkait lainnya. Seluruh pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini masih berstatus dugaan dan belum memiliki kekuatan hukum tetap. Redaksi menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah serta membuka ruang klarifikasi dan hak jawab seluas-luasnya sesuai Undang-Undang Pers yang berlaku

Redaksi

87
Tags: Riau
Previous Post

Universitas Hang Tuah Pekanbaru Menggelar Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)

Next Post

Diduga Cemarkan Nama Baik, Wartawan Dituduh Terima Uang oleh Akun TikTok @romariorupiah Usai Bongkar Aktivitas PETI 

Redaksi

Redaksi

Next Post
Diduga Cemarkan Nama Baik, Wartawan Dituduh Terima Uang oleh Akun TikTok @romariorupiah Usai Bongkar Aktivitas PETI 

Diduga Cemarkan Nama Baik, Wartawan Dituduh Terima Uang oleh Akun TikTok @romariorupiah Usai Bongkar Aktivitas PETI 

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Sejumlah Warga Minta Satpol PP Bertindak dan Usir Inisial Melan Wanita Penghibur Diduga Telah Meresahkan

Sejumlah Warga Minta Satpol PP Bertindak dan Usir Inisial Melan Wanita Penghibur Diduga Telah Meresahkan

Agustus 16, 2025
Seorang Pemilik Excavator Tambang : Siapapun Takkan Mampu Menghentikan Aktivitasnya, Mampu kah Kapolda Sumbar.?

Seorang Pemilik Excavator Tambang : Siapapun Takkan Mampu Menghentikan Aktivitasnya, Mampu kah Kapolda Sumbar.?

Agustus 27, 2025
Dugaan Ada Campur Tangan OPD Dalam Pengadaan Barang dan Jasa Di Kabupaten Bengkalis

Dugaan Ada Campur Tangan OPD Dalam Pengadaan Barang dan Jasa Di Kabupaten Bengkalis

Oktober 11, 2024
Banjir Air Gambut Melanda Beberapa Titik di Kelurahan Batu Panjang, Masyarakat Desak PT SRL Tutup Kanal yang Mengarah ke Sungai Penebak

Banjir Air Gambut Melanda Beberapa Titik di Kelurahan Batu Panjang, Masyarakat Desak PT SRL Tutup Kanal yang Mengarah ke Sungai Penebak

Desember 28, 2025

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Shadow Tactics: Blades of the Shogun Review

0

macOS Sierra review: Mac users get a modest update this year

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0
HMI – DLHK Pekanbaru Dorong Reformasi Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat.

HMI – DLHK Pekanbaru Dorong Reformasi Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat.

April 16, 2026
Kolabs Barisan Muda LMB Nusantara Bersama Laskar RMRB Sukseskan Melayu Expo Nusantara 2026, Ukir Rekor MURI Bertanjak 10.000 Peserta

Kolabs Barisan Muda LMB Nusantara Bersama Laskar RMRB Sukseskan Melayu Expo Nusantara 2026, Ukir Rekor MURI Bertanjak 10.000 Peserta

April 15, 2026
Skandal Oknum ASN Nias Barat: Serang Wartawan, Sebar Fitnah, hingga Muncul Dugaan Narkotika

Skandal Oknum ASN Nias Barat: Serang Wartawan, Sebar Fitnah, hingga Muncul Dugaan Narkotika

April 15, 2026
APBD Tertekan, Migas Terabaikan: Kepri di Persimpangan Kebijakan

APBD Tertekan, Migas Terabaikan: Kepri di Persimpangan Kebijakan

April 14, 2026

Kategori berita

  • Bea Cukai
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Internasional
  • Nasional
  • Opini
  • Organisasi
  • ORMAS
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Religi
  • Sosial
  • Sports
  • TNI & POLRI

Berita Terbaru

HMI – DLHK Pekanbaru Dorong Reformasi Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat.

HMI – DLHK Pekanbaru Dorong Reformasi Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat.

April 16, 2026
Kolabs Barisan Muda LMB Nusantara Bersama Laskar RMRB Sukseskan Melayu Expo Nusantara 2026, Ukir Rekor MURI Bertanjak 10.000 Peserta

Kolabs Barisan Muda LMB Nusantara Bersama Laskar RMRB Sukseskan Melayu Expo Nusantara 2026, Ukir Rekor MURI Bertanjak 10.000 Peserta

April 15, 2026
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Hak Cipta matajagad.com © 2024 Web Developmenet PT.TAB

No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Hukrim
  • TNI & POLRI
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Opini
  • Pendidikan
  • Sports

Hak Cipta matajagad.com © 2024 Web Developmenet PT.TAB

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In