Rupat, Bengkalis – ||Matajagad.com – 28 Desember 2025
Kelurahan Batupanjang, Rupat, dilanda banjir gambut, dengan beberapa titik tergenang air hitam gambut mencapai 30-70 cm di Bimasakti, Kampung Jawa, dan Sidomulyo. Masyarakat setempat menduga aliran kanal besar dan pembuangan air dari kanal PT Sumatera Riang Lestari (SRL) sebagai penyebab utama banjir.

Curah hujan tinggi dan luapan Sungai Penebak memperburuk situasi, limpahan air di sepanjang kanal memperbanyak debit air menuju pemukiman menyebabkan akses jalan terhambat, tanaman holtikultura mati, dan ternak kesulitan mencari makan, hal ini menambah kesulitan warga. Beberapa titik yang jauh dari kanal dan sungai sudah surut, namun yang berdekatan dengan kanal dan sungai hari ini masih tergenang air. Minggu, (28/12/2025)

Berdasarkan keterangan dari Salikhin aktivis gambut Rupat, Ekosistem gambut oleh IUPHHK-HTI PT. SRL di Pulau Rupat, yang mencapai 39.000 ha, juga berperan dalam bencana ini. Penggundulan hutan untuk tanaman monokultur tanam tebang berulang telah merusak siklus alam dan air, merapuhkan struktur ekosistem gambut. Banyaknya kanal lebar 7 meter bahkan ada yang lebih dari 7 meter yang membelah daratan gambut memperburuk situasi, dipastikan air gambut mengalir deras bebas dari kanal-kanal besar perusahaan mencurah ke sungai dan membawa unsur tanah gambut serta meluap ke pemukiman dan kebun masyarakat, hal ini juga mempercepat proses pengeringan air pada masa musim panas dikarenakan banyaknya terbuka aliran pada dataran gambut.

“Penggundulan hutan dan pembuatan kanal telah menghancurkan keseimbangan alam dan sangat merugikan kami,” kata salah satu warga di kampung Sidomulyo kelurahan Batupanjang. “Kami menuntut PT SRL bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan dan menutup kanal pembuangan.”

Banjir ini merupakan contoh bagaimana perubahan lingkungan dan aktivitas manusia dapat berdampak buruk pada masyarakat sekitar. Pengelolaan tanah gambut berlebihan dapat memperburuk risiko banjir bahkan kekeringan rentan karhutla, Masyarakat berharap pemerintah dan perusahaan dapat bekerja sama meninjau ulang baik itu perizinan, komitmen dan tanggung jawab untuk mengatasi masalah ini dan mencegah bencana serupa di masa depan.
Tim Red (MO/MJ)

















