Pekanbaru – MataJagad.com | 15 Juni 2026
Aktivitas gelper yang diduga berkedok permainan ketangkasan di kawasan Pasar Buah 88, Jalan Riau, Pekanbaru, semakin menjadi sorotan publik. Meski disebut-sebut telah beroperasi secara terbuka selama kurang lebih tiga bulan terakhir, hingga kini belum terlihat adanya langkah penindakan yang tegas dari aparat berwenang.
Kondisi tersebut memicu gelombang pertanyaan di tengah masyarakat. Publik menilai sulit dipercaya jika aktivitas yang berlangsung di kawasan ramai dan mudah diakses masyarakat itu luput dari perhatian aparat. Situasi ini pun memunculkan dugaan dan spekulasi yang terus berkembang mengenai alasan belum adanya tindakan hukum yang nyata.(14/6)
“Kalau memang tidak ada pelanggaran, tentu perlu dijelaskan kepada publik. Tetapi jika ada dugaan unsur perjudian, mengapa belum ada langkah tegas?” demikian pertanyaan yang kini ramai diperbincangkan warga.
Ketiadaan tindakan yang terlihat di lapangan membuat sebagian masyarakat mulai mempertanyakan keseriusan penegakan hukum. Bahkan muncul anggapan bahwa praktik yang diduga melanggar aturan tersebut seolah menikmati ruang yang aman untuk terus beroperasi tanpa gangguan.
Fenomena ini dinilai berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum. Pasalnya, masyarakat kerap menyaksikan tindakan cepat terhadap berbagai pelanggaran lain, sementara dugaan aktivitas yang menjadi sorotan luas justru belum menunjukkan perkembangan penanganan yang jelas.
Perjudian, apabila terbukti terjadi, bukan hanya persoalan pelanggaran hukum semata. Dampaknya dapat merembet pada persoalan ekonomi keluarga, meningkatnya potensi tindak kriminal, hingga terganggunya ketertiban sosial di tengah masyarakat. Karena itu, setiap dugaan praktik yang mengarah ke aktivitas perjudian semestinya mendapat perhatian serius dan transparan.
Sorotan terhadap keberadaan gelper di kawasan Jalan Riau semakin menguat setelah belum lama ini beredar video yang viral di media sosial. Dalam video tersebut, seorang ibu rumah tangga terlihat berdiri di depan sebuah bangunan yang diduga menjadi lokasi aktivitas gelper. Dengan nada penuh emosi, ia meluapkan kekecewaan dan kesedihannya sambil menyebut tempat tersebut sebagai lokasi yang telah menghancurkan masa depan keluarganya.
Dalam rekaman yang ramai diperbincangkan warganet itu, perempuan tersebut mengaku kehidupan rumah tangganya sering dilanda pertengkaran akibat seseorang yang sangat penting dalam hidupnya diduga kerap menghabiskan uang yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan keluarga. Ia menyampaikan harapannya agar tidak ada lagi keluarga lain yang mengalami nasib serupa akibat aktivitas yang diduga berkaitan dengan perjudian berkedok permainan ketangkasan.
Meski pernyataan tersebut merupakan pengakuan pribadi yang belum dapat diverifikasi secara menyeluruh, video itu memicu simpati luas dari masyarakat. Banyak warganet menilai kisah tersebut menjadi gambaran nyata tentang dampak sosial yang dapat muncul apabila praktik perjudian benar-benar terjadi dan dibiarkan berkembang di tengah lingkungan masyarakat.
Bagi sebagian warga, peristiwa viral tersebut bukan lagi sekadar persoalan dugaan pelanggaran hukum, tetapi juga menyangkut kehidupan keluarga yang berpotensi menjadi korban. Uang yang semestinya digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, pendidikan anak, hingga biaya hidup sehari-hari, dikhawatirkan justru habis dalam aktivitas yang diduga berhubungan dengan perjudian.
Viralnya video itu semakin memperkuat tuntutan masyarakat agar aparat terkait segera memberikan kejelasan dan melakukan langkah konkret terhadap berbagai laporan maupun dugaan yang berkembang. Sebab di mata publik, persoalan ini tidak hanya menyangkut penegakan hukum, melainkan juga perlindungan terhadap keluarga dan masa depan generasi yang dapat terdampak oleh praktik-praktik yang meresahkan masyarakat.
Kini sorotan publik tertuju pada aparat penegak hukum. Masyarakat menunggu kepastian, apakah dugaan aktivitas gelper di Pasar Buah 88 akan ditindak sesuai aturan yang berlaku atau justru terus menjadi tanda tanya besar yang mengundang berbagai spekulasi.
Semakin lama persoalan ini dibiarkan tanpa penjelasan maupun tindakan yang jelas, semakin kuat pula persepsi publik bahwa ada sesuatu yang perlu dijawab secara terbuka. Di titik inilah kredibilitas penegakan hukum sedang diuji di hadapan masyarakat Pekanbaru. (Tim/Red)
















