Rupat, Bengkalis, Riau – Matajagad.com – 28 Januari 2026
Kebakaran lahan perkebunan kelapa sawit dan semak belukar di Desa Sukarjo Mesim, Kecamatan Rupat, masih berlangsung sejak Jumat, 23 Januari 2026. Luas lahan yang terbakar telah mencapai 4 Ha, dengan 0,5 Ha telah dipadamkan dan 3,5 Ha masih dalam proses pendinginan.
Tim gabungan dari BPBD, Polri, TNI, Satpol PP, MPA, dan masyarakat masih berupaya memadamkan api yang hidup kembali akibat cuaca angin kencang. “Sulitnya kondisi air menjadi kendala utama dalam proses pemadaman,” kata Rafi Kurniawan dan Agus Kurniawan, Petugas Pusdalops-PB Kecamatan Rupat, dalam laporan mereka.

Di lapangan mereka sudah berupaya dan bekerja keras melakukan pemadaman selama beberapa hari, namun api masih belum dapat dipadamkan sepenuhnya. Camat Rupat, Kapolsek Rupat, dan Kades Sukarjo Mesim turut hadir meninjau di lapangan untuk memantau proses pemadaman. Masyarakat diminta untuk berhati-hati dan waspada terhadap penyebab penyebab kebakaran seperti api rokok dan sejenisnya.
Kebakaran lahan ini telah menyebabkan kerugian bagi masyarakat, terutama petani yang kebunnya menjadi rusak. Kebun kelapa sawit yang menjadi sumber nafkah keluarga mereka telah terbakar, sehingga berdampak pada ekonomi kehidupan mereka.
Pulau Rupat, yang merupakan pulau tepian, sangat rentan terhadap kebakaran lahan dan banjir karena kondisi geografisnya. Muka air tanah yang mudah menyusut membuat lahan gambut sangat kering dan mudah terbakar. Saat ini, musim angin kencang mempercepat pengeringan air, sehingga semakin sulit untuk memadamkan api.
Menurut Salikhin, Aktivis Gambut Rupat, “secara gravitasi air akan menuju ke tempat yang lebih rendah. Lahan gambut Rupat yang telah dieksploitasi dengan pembuatan kanal lebar dan dalam, seperti yang dilakukan oleh perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI), telah membuat muka air di parit masyarakat turun dan air tidak bisa tersimpan dalam unsur gambut. Hal ini membuat lahan gambut sangat rentan terhadap kebakaran. Kami menyarankan untuk tidak membuat jalan air lebih dari 1,5 meter kedalaman untuk menjaga kelembaban tanah gambut. Ditambah lagi, pulau Rupat adalah pulau tepian dengan kondisi saat ini musim angin mempercepat pengeringan air dan susahnya memadamkan api.”
_Update Kondisi:_
– Luas lahan terbakar: 4 Ha
– Luas lahan dipadamkan: 0,5 Ha
– Luas lahan pendinginan: 3,5 Ha
– Personil yang terlibat: 65 orang
– Sarpras: Mesin mini straker, selang, nouzle
Semoga kebakaran lahan di Rupat bisa segera dipadamkan dan tidak menyebabkan kerugian lebih lanjut. 🙏 Kami akan terus memantau dan memberikan update terkait kebakaran lahan ini.***(MO/MJ/SAL)

















