Siak Hulu, Kampar – Matajagad.com – Teror terhadap wartawan kembali mencoreng wajah kebebasan pers di Riau. Rumah Nando Saputra Gulo, Pemimpin Redaksi BasmiNusantara.com, didatangi sekelompok orang pada Selasa malam (10/2/2026) sekitar pukul 23.33 WIB. Dua unit mobil Fortuner dan lima pengendara sepeda motor disebut tiba di kediamannya di Siak Hulu, Kampar, dalam peristiwa yang dinilai sebagai bentuk intimidasi.
Ironisnya, hingga Rabu sore (11/2/2026), belum ada respons resmi dari Kapolres Kampar maupun Kanit Tipidter Polres Kampar meski laporan dan kronologi kejadian telah disampaikan langsung.
“Saya sudah menghubungi Kapolres dan Kanit Tipidter. Hasil kejadian juga sudah dikirimkan, tapi belum ada respons,” tegas Nando dengan nada kecewa saat ditemui tim Matajagad.com.(12/2/2026)
Teror ini terjadi tak lama setelah Nando mempublikasikan laporan investigasi terkait dugaan penimbunan dan peredaran BBM oplosan di wilayah Perhentian Raja. Dalam pemberitaannya, SPBU Perhentian Raja dituding sebagai salah satu lokasi yang diduga berkaitan dengan praktik tersebut.
Nando menegaskan dirinya tidak akan mundur. “Saya hanya menjalankan tugas jurnalistik untuk mengungkap kebenaran. Kalau ada pihak yang keberatan, silakan klarifikasi, bukan dengan cara intimidasi,” ujarnya.
Perkembangan lain yang tak kalah mengejutkan datang dari pengakuan Erianto Sidabutar, rekan Nando. Ia mengaku dihubungi seseorang bernama Samsul yang disebut-sebut sebagai oknum TNI AU. Samsul diduga menawarkan uang Rp 1.000.000 (satu juta rupiah) agar pemberitaan terkait Nando ditekan.
“Dia minta bertemu dan menawarkan uang agar berita tidak diperpanjang. Bahkan sempat mengaku dari Polres,” kata Erianto
“Erianto Sidabutar menyebut uang Rp 1.000.000 (satu juta rupiah) sempat ditransfer ke rekeningnya setelah nomor rekening diminta. Namun ia menegaskan tidak pernah menyetujui kesepakatan apa pun untuk membungkam pemberitaan”
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak SPBU Perhentian Raja maupun pihak yang disebut dalam dugaan upaya intervensi tersebut. Demikian pula dari jajaran Polres Kampar yang masih belum memberikan tanggapan atas laporan teror ini.
Kasus ini menjadi ujian serius bagi aparat penegak hukum di Kampar: apakah intimidasi terhadap jurnalis akan dibiarkan, atau ditangani secara transparan dan profesional?
Tim redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi seluruh pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini..!!
Red/MO/MJ

















