| Diduga Mafia BBM Bersubsidi di Desa Sako ada indikasi pembiaran pihak APH Selasa, 02/07/2024 | 18:02
Kuansing, – |Matajagad.com – Desa Sako, Kecamatan Pangean, Kabupaten Kuantan Singingi Mafia BBM bersubsidi diduga beroperasi bebas di Desa Sako tanpa tindakan hukum yang tegas. Informasi ini didapatkan dari seorang warga setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keselamatannya. Menurut warga tersebut, meskipun Kapolsek Pangean, AKP Zulfatriano SH., telah menginstruksikan salah seorang anggota Polsek untuk memantau SPBU 14.295.6126 di Desa Sako setiap hari, kenyataan di lapangan menunjukkan sebaliknya. Penyaluran BBM jenis Pertalite diduga tidak tepat sasaran, dan masyarakat mengalami kesulitan untuk mendapatkan BBM tersebut karena selalu habis sebelum pukul tiga sore. “Saya perhatikan, setiap hari ada dua mobil yang sering digunakan untuk melansir Pertalite, yaitu mobil merek Agya dan Kijang LGX. Dugaan saya, mobil-mobil ini sudah dimodifikasi atau penuh dengan jerigen untuk mengangkut BBM dalam jumlah besar,” ungkap warga tersebut. Lebih lanjut, ia juga menyebutkan bahwa ada sekitar sepuluh mobil jenis L300 dan dua dum truk yang terus berputar-putar di sekitar SPBU, diduga untuk melansir BBM jenis solar. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa ada praktik penyelewengan BBM bersubsidi yang terus berlangsung tanpa ada tindakan tegas dari pihak berwenang. Upaya konfirmasi kepada Kapolsek Pangean, AKP Zulfatriano SH., melalui pesan WhatsApp dan panggilan telepon mengenai surat perintah tugas (Sprint) yang dikeluarkan kepada salah satu anggotanya, belum mendapatkan tanggapan hingga berita ini ditayangkan. Masyarakat berharap ada tindakan yang lebih efektif dan transparan dari aparat kepolisian untuk memastikan penyaluran BBM bersubsidi tepat sasaran dan menghentikan praktik-praktik penyelewengan yang merugikan masyarakat luas.
(**Widya**) |


















