Riau, Matajagad.com – 23/9/2025
Vivaldi Emri Nobel Berdasarkan tren aktivisme pemuda saat ini, seluruh organisasi mahasiswa, pemuda, dan kelompok seperti Cipayung Plus kemungkinan besar akan semakin aktif membahas dan mengadvokasi permasalahan lingkungan dalam 10 tahun mendatang, didorong oleh urgensi global seperti perubahan iklim dan komitmen nasional Indonesia terhadap target karbon netral 2060 saat ini.
organisasi mahasiswa dan pemuda, termasuk Cipayung Plus, sudah terlibat dalam aksi lingkungan seperti penanaman pohon serentak dan kampanye reboisasi yang menjadi bagian dari program nasional seperti target penanaman 1 juta hektare oleh Polri hingga akhir 2025, serta sering berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan DPR untuk mengawal isu berbangsa termasuk lingkungan melalui dialog konstruktif di Banyuwangi, desakan terhadap Universal Health Coverage (UHC) yang terkait akses sumber daya alam, dan penyuarakan aspirasi mahasiswa di tingkat lokal seperti Denpasar dan Kubu Raya terkait pengelolaan lingkungan via RUU Perampasan Aset serta inisiatif anti-pencemaran.
Pada proyeksi 10 tahun ke depan Vivaldi menunjukkan peningkatan fokus dan kolaborasi, di mana dengan kesadaran generasi muda yang semakin tinggi terhadap krisis iklim, organisasi ini akan memperluas diskusi ke topik seperti zero-waste, energi terbarukan, dan adaptasi banjir di wilayah rawan seperti Jawa dan Sumatra.
dengan Cipayung Plus sebagai wadah lintas organisasi yang kita ketahui hanya memfokuskan pergerakannya di ranah politik dan pengkaderan (termasuk GMNI, HMI, dan PMII) yang diprediksi menjadi pusat koordinasi aksi nasional mirip peran mereka dalam sarasehan kepemudaan untuk Pilkada damai 2024 yang bisa diekstensikan ke isu lingkungan berkelanjutan.
serta FGD dan dialog seperti yang dilakukan oleh berbagai macam lembaga yang saat ini masih terus menyuarakan permasalahan lingkungan seperti Mapala,NGO yang masih focus dalam isu-isu daerah hingga nasional yang menunjukkan pola kolaborasi berkembang untuk melibatkan mahasiswa dalam perencanaan jangka panjang termasuk iklim komunikasi organisasi.
Vivaldi menyampaikan meskipun tantangan utama seperti resistensi dari sektor industri dan keterbatasan dana ada, peluang besar muncul dari dukungan internasional dan teknologi digital untuk kampanye virtual, seluruh organisasi ini akan “bicara” dan bertindak lebih dari sekadar diskusi—mereka akan mendorong kebijakan seperti pengawalan isu lingkungan di daerah yang terintegrasi dengan konservasi lingkungan, memastikan aksi moral pemuda menjadi kekuatan utama perubahan, secara keseluruhan, organisasi mahasiswa, pemuda, dan Cipayung Plus akan semakin vokal tentang permasalahan lingkungan 10 tahun ke depan dengan kolaborasi yang lebih kuat untuk aksi nyata, memperkuat peran mereka sebagai agen perubahan di tingkat lokal hingga nasional.***(MO/MJ)

















