Pulau Rupat, ||Matajagad.com – Kabupaten Bengkalis, saat ini sedang memasuki musim buah. Beberapa jenis buah yang sedang berbuah di antaranya durian, manggis, rambutan, derendan, sawo, buah lainya dan rambutan menjadi komoditas yang paling mendominasi di Kelurahan Batupanjang, karena banyaknya pohon rambutan yang di tanam tumbuh di daerah tersebut.
Salah satu tokoh masyarakat yang memiliki kebun rambutan, Subambang, yang tinggal di Desa Kampung Jawa, Kelurahan Batupanjang, berharap pemerintah dapat mendukung pengembangan komoditas buah-buahan lokal. “Saya memiliki kebun rambutan dengan luas ⅓ Ha sekitar 20 batang dengan hasil mencapai 4 ton. Kedepan saya ingin generasi muda di sini dapat memanfaatkan lahan yang ada untuk mengembangkan perkebunan buah-buahan,” katanya.
Subambang juga berharap pemerintah dapat mengalokasikan lahan negara yang masih kosong atau terlantar untuk dikembangkan menjadi perkebunan buah-buahan, dengan menyesuaikan peraturan dan program pemerintah yang ada. “Masih banyak lahan yang bisa dimanfaatkan, dan dengan dukungan pemerintah, generasi muda di sini dapat menjadi lebih produktif dan meningkatkan pendapatan mereka,” tambahnya.
Tidak hanya buah-buahan, Rupat juga memiliki potensi wisata pantai yang luar biasa. Pantai Tanjung Lapin, Pantai Makeruh, dan Pesona Pantai Pulau Beting Aceh di Rupat Utara menjadi destinasi wisata yang populer di kalangan wisatawan. Dengan keindahan alam yang masih asri dan keunikan budaya lokal, Rupat memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Riau.
Pengembangan komoditas buah-buahan lokal dan wisata pantai dapat membantu meningkatkan ekonomi masyarakat dan mengurangi tingkat kemiskinan di Rupat. Pemerintah daerah diharapkan dapat memprioritaskan program ini dan memberikan dukungan yang cukup untuk meningkatkan produksi dan kualitas buah-buahan lokal serta mengembangkan potensi wisata pantai yang ada.(MO/MJ)

















