Bengkalis, Riau – Matajagad.com – Ada kabar buruk soal penebangan liar di Tanjung Leban, Bengkalis. Muncul dugaan kalau ada “main mata” antara polisi dari Polsek Bukit Batu, oknum TNI, dan beberapa wartawan. Mereka diduga melindungi seorang yang disebut “mafia penebangan liar” bernama Indian Sitorus.
Menurut sumber yang tidak mau disebutkan namanya, Polsek Bukit Batu diduga menerima suap Rp 10 juta, wartawan Rp 30 juta, dan Danramil Rp 10 juta agar kasus ini tidak diusut tuntas. (11/11/2025)
Saat dikonfirmasi, Kapolsek Bukit Batu membantah tuduhan tersebut. “Saya tidak pernah terima uang dari mafia mana pun,” tegas Kapolsek. Dia juga bilang kalau kasus Indian Sitorus masih berjalan dan akan menangkapnya.
Namun, banyak yang bertanya-tanya, sebenarnya apa status hukum Indian Sitorus? Apakah dia sudah jadi tersangka, saksi, atau masih diperiksa? Ketidak jelasan ini membuat masyarakat curiga, apakah kasus penebangan liar ini benar-benar akan diusut tuntas?
Kasus ini masih terus diselidiki. Masyarakat berharap pihak berwenang bertindak jujur dan tegas, serta menghukum pelaku penebangan liar sesuai aturan yang berlaku.
Berita ini akan terus diperbarui jika ada perkembangan informasi terbaru, termasuk soal status hukum Indian Sitorus.(MO/MJ)

















